Jumat, 21 November 2014

HARI GURU: SELASA 25 NOPEMBER 2014

Hari Guru Selasa 25 Novemver 2014 diperingati bersama hari ulang tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, dan dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah. Seperti di SMA NEGERI 58 JAKARTA

Rabu, 13 November 2013

Globalisasi versus Jati Diri Bangsa

Globalisasi sedang melanda di dunia. Apapun akibatnya, kita harus siap menghadapinya. Kalau kita cermati globalisasi mengakibatkan dampak baik dan buruk. Tentu kamu sadari, sekarang ini penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang. Hal itu didukung adanya kemajuan teknologi, informasi, komunikasi, dan transportasi. Misalnya, suatu peristiwa yang terjadi disuatu Negara dengan mudahnya dapat di akses di Negara lain. Namun disisi lain, globalisai mendorong terjadinya pasar bebas dan imperialisme dalam bentuk baru. Dengan pemberlakuan pasar bebas, batas-batas penanaman modal dan asal barang menjadi semakin kabur. Sedngkan, imperialime bentuk baru itu tercipta karena dalam globalisasi memungkinkan perkembangan paham liberalisme yang di tandai dengan dominasi kelompok kuat terhadap kelompok lemah. Nah, untuk menyikapi hal itu, kita bangsa Indonesia haru memperkuat aksistensi jati diri bangsa. Hal itu dimaksudkan untuk menyaring berbagai pengaruh globalisasi yang masuk ke Indonesia. Kita ambil pengaruh yang baik dan kita tolak yang buruk atau mencari solusi terbaik dari pengaruh buruk itu. Dengan memperkuat jati diri bangsa Indonesia, tentunya kita tidak akan mudah terpengaruh oleh berbagai dampak globalisasi . BAGAIMANA KOMENT ANDA ??

MEMUDARNYA JATI DIRI

REMIDIAL UNTUK XII IPS C Ada seorang pemuda dari Indonesia yang menuntut ilmu disebuah Negara Eropa selepas ia menamatkan sekolah menengahnya di tanah air. Otaknya memang encer, ia dapat menamatkan bangku kuliah dengan waktu 4 tahun dengan nilai yang sangat memuaskan. Karena prestasinya itu sebuah perusahaan bonafide setempat menawarinya sebuah jabatan mentereng. Bekerjalah ia disana. Setahun, dua, lima, sepuluh, bahkan limabelas tahun ia sangat enjoy disana. Kalau ke Indonesia, ia hanya liburan dan menengok keluarganya. Ia bahkan tidak mau mencari uang (bekerja) di Indonesia. Alasan yang selalu di kemukakan apa bila ada yang bertanya mengapa, adalah ia merasa tenaganya lebih di hargai di Eropa. Lebih-lebih ia melihat, akhir-akhir ini Indonesia tidak aman. Jadi, ia merasa tidak aman di negerinya sendiri. Dalam kasus ini , si pemuda mengalami pemudaran rasa nasionalisme dan rasa kecintaannya pada Negara Indonesia. Berdasarkan kasus diatas, apa yang sedang dialami oleh si pemuda tersebut? Menurutmu bagaimana seharusnya pemuda tersebut bersikap? Dalam hal ini, jati diri pemuda sebagai bangsa Indonesia telah memudar, lantas bagaimana cara yang tepat untuk mengantisipasi memudarnya jati diri bangsa secara keseluruhan? Tulislah hasilnya dalam komentar mu di blok ini!

PERUBAHAN PERTANIAN

REMIDIAL UNTUK XII IPS B Di era 70-an, dunia pertanian kita mengalami keterkejutan yang membawa dampak perubahan sosial yang sangat signifikan, yaitu pertanian yang sebelumnya bercocok organik, serta-merta beralih ke system bertani kimia. Perubahan ini biasa dikenal sebagai revolusi hijau. Perubahan ini ditandai dengan penggunaan pupuk anorganik, penggunaan obat-obat kimia pembasmi hama, dan penggunaan bibit pertanian hasil rekayasa genetika. Perubahan yang paling kentara adalah bergesernya pola pertanian tradisional menjdi pola pertanian yanag (konon dikatakan) modern. Dampak lain yang mengiringi perubahan ini adalah terjadinya meknisasi pertanian. Konsekuensinya, muncul pemilik modal untuk berinvestasi di sektor pertanian. Hal ini sangat bisa dimaklumi mengingt kegiatan mekanisasi pertanian, selain menjanjikan kebutuhan besar, sector ini juga memerlukan modal yang besar pula. Jelas suatu kondisi yang tidak memungkinkan terjangkau oleh kebanyakan petani kita yang hanya mempunyai permodalan kecil. Sehingga mucullah perkebunan-perkebunan baru yang membuka lahan ribuan, bahkan jutaan hectare. Persoalan yang timbul adalah mekanisasi pertanian telah meminggirkan petani tradisional yang menggunakan peralatan tradisional (cangkul, sabit, semprot, pompa air,dan sebagainya). Mesin-mesin pertanian (traktor, mesin semprot, pompa air, dan sebagainya). Mesin-mesin ini hanya mampu dimiliki oleh pertain bermodal besar. Dalam kondisi seperti ini mulailah terlihat dampak sosial terjadi dimasyarakat. Petani kecil semakin tidak berdaya menghadapi serbuan petani bermodal besar. Cermatilah kasus diatas! Kemudian tuliskan komentar kamu dengan menganalisis pertanyaan-pertanyaan ini: (a).Adakah perubahan sosial dalam kasus di atas? (b).Berdasarkan materi di atas, bagaimanakah bentuk perubahan yang terjadi? (c).Temukan pula faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan soal tersebut!

LUMPUR LAPINDO

Siapa yang ingin koment ? Maksud hati merengguk emas, apa daya menuai lumpur, itulah kira-kira yang terjadi tragedi luapan lumpur lapindo di Porong, Sidoarjo memasuki tahun keenam. Namun penyelesaian sejumlah masalah yang diakibatkan darinya masih menyisakan tanda tanya. Semburan masih nampak. Pembayaran ganti rugi pada korban belum tuntas. Diterangkan oleh Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), rata-rata volume lumpur yang menyembur berkisar 10 hingga 15 ribu meter kubik per hari. Hal ini membawa perubahan besar pada masyarakat Porong, Sidoarjo. Akibat peristiwa ini 1.810 rumah tinggal rusak, 18 gedung sekolah, 2 kantor, dan 15 pabrik ditutup karna tergenang lumpur, terlebih 8.678 jiwa berubah statusnya menjadi pengungsi. Banyak karyawan kehilangan pekerjaan, petani kehilangan sawah, jalu kereta api terancam tergenang, dan lain-lain. Kesemuanya mendorong perubahan-perubahan di segala bidang baik sosial, budaya, maupun ekonomi. Struktur masyarakat serta stratifikasi sosial menjadi kabur, nilai-nilai dan norma-norma sosial menjadi berubah. Nanik Mulyani warga Desa Jatirejo dan sejumlah perempuan lain korban lumpur bercerita, sambil terisak mereka menumpahkan endapan masalah yang tak kunjung usai. Wanita yang sebelumnya bekerja di pabrik ini mesti menanggung kehilangan pekerjaan, karena tempatnya bekerja terendam lumpur. Belum lagi rumahnya ikut pula terendam. Lengkap sudah, pekerjaan hilang, rumahpun tak punya. Untuk menghidupi diri dan keluarganya, kini Nanik bekerja sebagai pembantu rumah tangga mulai pagi hingga sore. Pada malam hari, ia mencari uang dengan menjadi tukang ojek. Nanik Mulyani warga Desa Jatirejo Kecamatan Porong tak kuasa membendung derai air matanya. Sambil terisak ia bercerita tentang hidupnya yang mendadak berubah drastis semenjak lumpur membanjiri desanya dan terutama tempatnya bekerja. Pola-pola perilaku masyarakat menjadi berbeda dari biasanya. Tidak menutup kemungkinan terjadinya konflik antarwarga masyarakat sehingga keseimbangan sosial menjadi kabur. “Bibit konflik horisontal di tingkat warga akibat buruknya pembayaran ganti rugi lahan,” kata Andrie. “Saya ingin uang saya dibayar. Ini sudah enam tahun. Kemarin saya ikut demo ke Surabaya, malah dilempari gas air mata,” lanjutnya. Banyak warga yang belum mendapat ganti rugi padahal daerah mereka ditetapkan 29 Mei 2006 sebagai wilayah terdampak sejak pertama kali semburan lumpur terjadi. Dalam ketidakpastian itu, pemerintah malah menetapkan wilayah terdampak baru dan mempercepat pembayaran. Ini tentu akan menimbulkan kecemburuan sosial. Bertema “Pulihkan Hidup Kami, Selamatkan Negeri Ini”, dalam film dokumenter tentang kehidupan korban lumpur Lapindo, tampak kondisi taman kanak-kanak siswa korban lumpur yang hanya berdinding triplek minim fasilitas, dindingnya pun hanya menutupi separuh bangunan. sementara 33 sekolah ditenggelamkan lumpur hingga saat ini, belum ada satu pun sekolah pengganti yang dibangun pemerintah. Menurut aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Yuliani, enam tahun masalah lumpur lapindo hanya menimbulkan dampak sosial. Cermatilah kasus diatas! Kemudian tuliskan komentar kamu dengan menganalisis pertanyaan-pertanyaan ini: (a).Adakah perubahan sosial dalam kasus di atas? (b).Berdasarkan materi di atas, bagaimanakah bentuk perubahan yang terjadi? (c).Temukan pula factor-faktor penyebab terjadinya perubahan soal tersebut!

Rabu, 09 Oktober 2013

Konsumerisme

Remidial untuk XII IPS D
Tidak dapat dipungkiri belanja saat ini bukan lagi sekedar sebuah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup tetapi juga telah menjadi sebuah gaya hidup. Di era modern saat ini lazim kita dengar shopping atau belanja menjadi hobi dan kesenangan tersendiri. Zaman dahulu orang dahulu berbelanja ke pasar memang untuk membeli kebutuhan. Sekarang orang berbelanja untuk membeli kesenangan dan kepuasan. Berbelanjanya pun tidak ke pasar tradisional tentu saja, melainkan di pusat perbelanjaan modern atau yang disebut dengan Mall. Sebagai sebuah gaya hidup, kegiatan berbelanja dianggap dapat meningkatkan prestise atau imeg pelakunya. Oleh karena itu, budaya konsumtif dan hedonis menjadi budaya yang dijunjung -tinggi. Budaya konsumerisme hadir dalam konsep jual beli pasar modern seolah olah menjadi nilai baru yang melekat dengan masyarakat. Tanpa disadari masyarakat perkotaan terbius dengan keberadaan pasar modern. Masyarakat berlomba lomba membeli produk mutakhir, saling berkompetisi mendapatkan busana model terbaru. Realitas tersebut berbeda dengan apa yang ditemui di pasar-pasar tradisional, dimana kita sesungguhnya tidak hanya bias membeli kebutuhan, tapi juga belajar kebersahajaan. Inilah fenomena sosial yang terjadi sebagai akibat globalisasi.
Kaji dan analisislah kasus diatas dengan menjawab soal-soal dibawah ini! 1.Perubahan apakah yang diungkap dalam kasus diatas? Jelaskan 2.Apakah perubahan sosial terjadi sebagai akibat globalisasi? Jelaskan 3.Paham apakah yang mendasari perubahan tersebut? Jelaskan 4.Dari kasus diatas dapat dilihat dampak positif dan negatif dari globalisasi. Cobalah kalian menemukannya ! 5.Melalui kasus diatas, setidaknya kalian telah memahami dampak negatif dari globalisasi terhadap keberadaan moral suatu bangsa. Sebagai generasi penerus bangsa, bagaimana sikap terbaikmu, menolak arus globalisas ataukah mengikuti begitu saja proses globalisasi? Bagaimana mempertahankan jati diri bangsa dari pengaruh globalisasi? Jelaskan !!

Kamis, 15 September 2011

PERUBAHAN BUDAYA MAKAN DAN DAMPAKNYA PADA MASYARAKAT

Tugas Remidial Sosiologi XII IPS B

Peran makanan dalam kebudayaan merupakan kegiatan ekspresif yang memperkuat kembali hubungan-hubungan dengan kehidupan sosial, sanksi-sanksi, agama, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi dengan berbagai dampaknya. Dengan kata lain, kebiasaan makan atau pola makan tidak hanya sekadar mengatasi tubuh manusia saja, melainkan dapat memainkan

peranan penting dan mendasar terhadap ciri-ciri dan hakikat budaya makan.

Berbicara tentang konsep makanan, maka makanan dapat berasal dari laut, tanaman yang tumbuh di pertanian, yang dijual di pasar tradisional maupun

supermarket. Makanan tidaklah semata-mata sebagai produk organik hidup dengan kualitas biokimia, tetapi makanan dapat dilihat sebagai gejala budaya. Gejala budaya terhadap makanan dibentuk karena berbagai pandangan hidup masyarakatnya. Suatu kelompok masyarakat melalui pemuka ataupun mitos-mitos (yang beredar di masyarakat) akan mengijinkan warganya memakan makanan yang boleh disantap dan makanan yang tidak boleh disantap. “Ijin” tersebut menjadi semacam pengesahan atau legitimasi yang muncul dalam berbagai peraturan yang sifatnya normatif. Masyarakat akan patuh terhadap hal itu. Munculnya pandangan tentang makanan yang boleh dan tidak boleh disantap menimbulkan kategori “bukan makanan” bagi makanan yang tidak boleh disantap. Hal itu juga memunculkan pandangan yang membedakan antara nutrimen (nutriment) dengan makanan (food). Nutrimen adalah konsep biokimia yaitu zat yang mampu untuk memelihara dan menjaga kesehatan organisme yang memakannya. Sedang makanan (food) adalah konsep

budaya, suatu pernyataan yang berada pada masyarakat tentang makanan yang dianggap boleh dimakan dan yang dianggap tidak boleh dimakan dan itu bukan sebagai makanan (Foster & Anderson, 1986:313-314). Sebagai animal symbolicum (mahluk yang bersimbol), manusia memiliki berbagai symbol yang muncul dalam bentuk bahasa, seni, pengetahuan, sejarah, dan religi.

Hubungan atau relasi antar manusia dapat dilakukan secara konseptual dan psikologis melalui pernyataanpernyataan bahasa. Bahasa dapat dianggap sebagai ekspresi atau ungkapan pengalaman kehidupan manusia. Melalui ujaran dan tulisan, bahasa itu diungkapkan secara nyata dan dipahami oleh manusia.

Bagaimana hubungan antara makan dan bahasa? Dalam kebudayaan manusia, maka makanan selalu memiliki nama, baik nama yang berasal dari berbagai daerah (misalnya gudeg untuk makanan khas Yogya, empekempek untuk makanan khas Palembang, soto sulung untuk makanan khas Surabaya dan sebagainya) maupun dari luar negeri (burger, spaghetti, pizza, ice cream, sushi, dan sebagainya). Melalui sebutan nama pada makanan tersebut, hubungan makanan dan bahasa terjadi. Sebenarnya dengan penamaan itu, perasaan orang terbangkitkan dan beberapa keinginan juga menyertainya ketika melakukan tindakan tertentu.

Makanan yang disebut sebagai jajan pasar akan hadir ketika masyarakat Jawa melakukan ritual “slametan” dan makanan itu sebagai salah satu syarat sesaji.

Di sisi lain, kehidupan manusia di abad globalisasi ini sangat kompleks dan multikultural. Berbagai fenomena tersebut hadir di tengah masyarakat, begitu juga dengan makanan. Makanan dikemas dan diberi label dengan pernyataan bahasa yang menarik. Dengan demikian, label-label yang dimunculkan melalui pernyataan bahasa atau teks dapat men jadi bahan untuk dianalisis.

Melalui pernyataan tersebut muncul sebenarnya isi pikiran serta persepsi manusia yang berkaitan dengan objek yang diinginkan serta realitas yang menyertainya.

Objek tersebut berupa makanan yang dipasarkan dalam kemasan tertentu. Sedang realitas adalah kenyataan akan keinginan agar makanan tersebut laku dijual. Oleh karena itu perlulah pernyataan itu dibuat dengan tujuan tertentu, yaitu menarik orang untuk membeli makanan tersebut. Dengan demikian terjadi suatu hubungan antara pernyataan (proposisi) dan pikiran yang

Dengan demikian yang perlu diungkapkan dalam tulisan ini adanya dimensi dalam budaya makan yang berdampak pada munculnya masyarakat konsumtif, dan teknologi. Kemuadian, adanya pola hubungan antara perilaku makan suatu masyarakat dengan perilaku budayanya. Maka perlu masyarakat luas

sebagai masyarakat penyantap makanan memiliki hak mendapatkan informasi tentang proses produksi makanan sehat serta memberikan pengetahuan etika makanan (food ethics) kepada pihak yang terkait dalam proses makanan.